<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Have a nice Day!</title>
	<atom:link href="http://handpy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://handpy.wordpress.com</link>
	<description>write for yourself</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Jul 2011 16:44:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='handpy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/9b68c4bd44295ef29567f37653cfd74c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Have a nice Day!</title>
		<link>http://handpy.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://handpy.wordpress.com/osd.xml" title="Have a nice Day!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://handpy.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengenali Anoreksia</title>
		<link>http://handpy.wordpress.com/2011/07/09/mengenali-anoreksia/</link>
		<comments>http://handpy.wordpress.com/2011/07/09/mengenali-anoreksia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 15:50:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[health]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handpy.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Anoreksia nervosa adalah suatu penyakit yang biasanya terjadi pada para remaja wanita, tapi dapat juga terjadi pada remaja pria dan juga pada orang dewasa pria maupun wanita. Orang-orang dengan penyakit anoreksia, mereka terobsesi untuk menjadi kurus. Mereka berusaha menurunkan banyak berat badan mereka dan ketakutan akan bertambahnya berat badan mereka. Mereke mempercayai bahwa diri mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=117&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anoreksia nervosa adalah suatu penyakit yang biasanya terjadi pada para remaja wanita, tapi dapat juga terjadi pada remaja pria dan juga pada orang dewasa pria maupun wanita. Orang-orang dengan penyakit anoreksia, mereka terobsesi untuk menjadi kurus. Mereka berusaha menurunkan banyak berat badan mereka dan ketakutan akan bertambahnya berat badan mereka. Mereke mempercayai bahwa diri mereka itu gemuk meskipun sesungguhnya mereka sangat kurus. Anoreksia bukan cuma persoalan dengan makanan atau berat badan. Anoreksia merupakan suatu usaha menggunakan makanan dan berat badan untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan emosional.</p>
<p><img class="alignnone" title="Anoreksia wannabe" src="http://handpy.files.wordpress.com/2011/07/anorexia1206lindsay-lohan.jpg?w=392&#038;h=489" alt="Anoreksia" width="392" height="489" /></p>
<h3 style="text-align:left;" align="center"><strong>Perbedaan Anorexia dengan Bulmia</strong></h3>
<p><em>Anorexia</em><br />
Orang dengan anoreksia memaksa diri mereka sendiri untuk menderita kelaparan, menghindari makanan-makanan berkalori tinggi, dan melakukan olahraga secara konstant atau tetap.</p>
<p><em>Bulmia</em><br />
Orang-orang dengan bulimia makan makanan dalam jumlah yang sangat besar, tapi mereka langsung memuntahkan dengan segera makanan yang mereka setelah makan, atau mengkonsumsi obat pencahar atau obat diuretik (obat memperlancar urine sehingga orang yang mengkonsumsinya akan sering buang air kecil) untuk menjaga agar berat badan mereka tidak bertambah. Penderita bulimia tidak biasanya kehilangan berat badan sebanyak pada penderita anoreksia.</p>
<h3 style="text-align:left;" align="center"><strong>Mengapa orang-orang menderita Anoreksia ?</strong></h3>
<p>Belum diketahui mengapa beberapa orang mengalami anoreksia. Penderita anoreksia mungkin percaya bahwa mereka akan menjadi lebih bahagia dan lebih banyak kesuksesan yang mereka capai jika mereka menjadi kurus. Mereka menginginkan kesempurnaan dalam segala hal atau segi kehidupan mereka. Orang yang mengalami kekacauan seperti ini biasanya adalah seorang pelajar yang baik. Mereka terlibat dalam berbagai aktifitas dalam komunitas dan sekolah. Mereka menyalahkan diri mereka sediri jika mereka tidak mendapatkan nilai sempurna, atau jika hal-hal lain dalam hidupnya tidak sempurna.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 350px"><img title="anoreksia" src="http://handpy.files.wordpress.com/2011/07/bulimia-anorexia.jpg?w=340&#038;h=491" alt="pengidap anoreksia" width="340" height="491" /><p class="wp-caption-text">pengidap anoreksia</p></div>
<h3 style="text-align:left;" align="center"><strong>Penyebab anorexia</strong></h3>
<ul>
<li>Tekanan budaya supaya tubuh terlihat ramping dan cantik.</li>
<li>Masalah psikologis seperti kurangnya percaya diri, ketidakberhasilan, depresi, perlunya kendali, kekerasan fisik atau seksual, dll.</li>
<li>Lingkungan keluarga seperti percekcokan antara anggota keluarga, ketidakteraturan dalam memasak atau penyajian makanan, dll.</li>
<li>Faktor genetik.</li>
<li>Transisi hidup seperti awal masa remaja, putus cinta, kegagalan di sekolah atau di tempat kerja, kematian orang terdekat, dll.</li>
</ul>
<div>
<h3 style="text-align:left;" align="center"><strong>Masalah-masalah yang timbul karena anoreksia</strong></h3>
</div>
<div>Pada wanita dengan anoreksia biasanya berhenti mengalami siklus menstruasi. Orang-orang dengan anoreksia mengalami kulit kering dan rambut kepala yangn tidak lebat/jarang karena mengalami kerontokan. Pertumbuhan rambut merka mungkin normal pada seluruh bagian tubuh. Mereka mungkin merasa kedinginan setiap waktu (sensitif dengan suhu dingin) dan mereka mungkin lebih sering sakit. Orang-orang dengan anoreksia sering merasa dalam perasaan yang tidak enak (bad mood). Mereka mempunyai waktu yang sulit berkonsentrasi dan selalu berpikir tentang makanan.Tidaklah benar bahwa penderita anoreksia tidak pernah merasa lapar. Sebenarnya, mereka selalu merasa lapar. Merasa kelaparan memberikan mereka suatu perasaan pengendalian yang berlebihan pada tubuh dan kehidupannya. Hal itu membuat mereka merasa seperti merasa baik pada sesuatu hal-mereka baik untuk menurunkan berat badan. Penderita anoreksia berat mungkin beresiko tinggi terhadap kematian karena kelaparan.</div>
<div>
<h3 style="text-align:left;" align="center"><span style="font-family:'Comic Sans MS';">Tanda-tanda bahaya anoreksia</span></h3>
<ul>
<li>Sengaja memaksa diri sendiri untuk lapar dengan kehilangan berat badan.</li>
<li>Ketakutan apabila berat badan mereka bertambah.</li>
<li>Menolak makan.</li>
<li>Mengingkari kalo mereka lapar.</li>
<li>Berolahraga secara kontant.</li>
<li>Jumlah rambut yang lebih banyak pada tubuh atau wajah.</li>
<li>Sensitif terhadap cuaca/suhu dingin.</li>
<li>Tidak mengalami siklus menstruasi/absen.</li>
<li>Kehilangan atau rontoknya rambut pada kepala.</li>
<li>Persepsi atau cara pandang terhadap diri sendiri yang menganggap diri *mereka itu gemuk padahal sesungguhnya diri mereka terlalu kurus.</li>
<li>Tidak mau mempertahankan berat badan pada level normal atau sedikit di atas normal</li>
<li>Ketakutan bahwa berat badan akan naik</li>
<li>Menganggap berat badannya sudah ideal</li>
<li>tidak mengalami menstruasi.</li>
</ul>
<div>
<h3 style="text-align:left;" align="center"><strong>Cara yang paling umum untuk mengobati anoreksia</strong></h3>
<p>Bekerja dengan gagasan bahwa makanan dan perawatan berbasis pangan. Salah satu tujuan utama ofthe adalah untuk tahu persis apa hubungan Anda adalah makan, dan dokter akan meminta Anda untuk hati-hati mempertimbangkan bagaimana perasaan Anda tentang makanan, bahkan pada diet untuk menjaga registri Anda.</p>
<ul>
<li>Tipe lain dari terapi akan mengubah penggunaan penghargaan dan sanksi dalam kebiasaan diri kelaparan. Setelah rekomendasi dokter akan dihargai dengan harga yang rendah.</li>
<li>Jenis lain terapi ditempatkan dalam kehidupan sosial pasien, perasaannya untuk analisis factorsresult hilangnya nafsu makan, memang ada sesuatu yang menyebabkan harga diri, yang kemudian anoreksi</li>
</ul>
<h3><strong>Pengobatan alami</strong></h3>
<ul>
<li>Konsumsi 2-3 buah jeruk segar, di mana salah satunya dikonsumsi sehabis makan siang.</li>
<li>Ambil 1 gelas air dan rebus 2-3 siung bawang putih di dalamnya. Saring dan tambahkan ekstrak jeruk nipis, lalu konsumsi dua kali sehari selama 7 hari.</li>
<li>Apel bisa menolong menstimulasi aliran pepsin, yaitu enzim protein pencernaan dalam lambung.</li>
<li>Rebus 3-4 siung bawang putih ke dalam segelas air. Lalu tambahkan ekstrak 1/2 jeruk nipis dan minum dua kali sehari.</li>
<li>Pukul 5 gm jahe lalu jilat bersamaan dengan garam batu sehari sekali.</li>
<li>Tanaman herbal seperti chamomile, marjoram, hawthorn, myrrh, gentian, wormwood, hops, sage, thyme, lavender, tarragon, yarrow, dan centaury sangat manjur untuk mengobati anorexia.</li>
<li>Horseradish juga penstimulasi nafsu makan sehingga baik untuk mengobati anorexia.</li>
</ul>
<div>
<h3 style="text-align:left;" align="center"><strong>Sebagai teman dan keluarganya bisa membantu penderita?</strong></h3>
</div>
<div>Hal terpenting adalah bahwa keluarga dan teman penderita dapat memberikan bantuan dengan cara mencintai mereka. Penderita anoreksia akan merasa aman dan nyaman dengan penyakit mereka. Ketakutan terbesar mereka adalah bertambahnya berat badan, dan dengan bertambahnya berat badan hal itu terlihat seperti kehilangan kontrol. Mereka mungkin menyangkal masalah yang mereka hadapi. Penderita anoreksia akan meminta dan berbohong untuk megnhindari makan dan bertambahnya berat badan. Teman dan keluarga penderita sebaiknya tidak memberikan pembelaan atas pernyataan penderita diatas.</div>
</div>
<div>repsol dari agan <a href="http://www.kaskus.us/member.php?u=2232828">bilbulsama</a> @kaskus</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handpy.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handpy.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handpy.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handpy.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/handpy.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/handpy.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/handpy.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/handpy.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handpy.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handpy.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handpy.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handpy.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handpy.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handpy.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=117&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handpy.wordpress.com/2011/07/09/mengenali-anoreksia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c78a0831095d80f1765a84fbf80f0f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handpy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://handpy.files.wordpress.com/2011/07/anorexia1206lindsay-lohan.jpg?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">Anoreksia wannabe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://handpy.files.wordpress.com/2011/07/bulimia-anorexia.jpg?w=207" medium="image">
			<media:title type="html">anoreksia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Percakapan di sebuah Sauna</title>
		<link>http://handpy.wordpress.com/2010/12/05/percakapan-di-sebuah-sauna/</link>
		<comments>http://handpy.wordpress.com/2010/12/05/percakapan-di-sebuah-sauna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2010 05:55:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jokes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handpy.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah ruang sauna yg hening, ada seorang Amerika, Jepang dan Indonesia&#8230; Keheningan di dalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, &#8220;bip,&#8230;bip,&#8230;.bip&#8230;.&#8221; Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang tertulis ditelapak tangannya itu. Dua rekan se&#8221;sauna&#8221;nya dengan kagum melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut. &#8220;Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=114&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Di sebuah ruang sauna yg hening, ada seorang Amerika, Jepang dan Indonesia&#8230;</p>
<p>Keheningan di dalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, &#8220;bip,&#8230;bip,&#8230;.bip&#8230;.&#8221;</p>
<p>Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang tertulis ditelapak tangannya itu.</p>
<p>Dua rekan se&#8221;sauna&#8221;nya dengan kagum melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut.</p>
<p>&#8220;Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan chips, saya dapat langsung menerima pesan SMS tanpa alat, tertulis ditelapak tangan saya&#8221;, ujar si Amerika.</p>
<p>Sesaat kemudian terdengar dering telepon, orang Jepang mengangkat tangan kanannya, jempol didekatkan ke telinga sedangkan jari kelingking kebibirnya.</p>
<p>&#8220;Oh maaf, saya terima telepon dulu, tangan saya sudah berisi chips, saya dapat menerima dan berbicara melalui 2 jari saya tanpa menggunakan HP&#8221;, kata si Jepang.</p>
<p>Melihat semua itu, orang Indonesia mulai gugup. &#8216;Apa yang bisa saya tunjukkan untuk mengalahkan orang orang ini?&#8217; pikirnya.</p>
<p>Karena stress, keinginannya untuk buang air besar tidak tertahankan lagi. Usai buang air, dia kembali lagi ke ruang sauna, tetapi karena tidak biasa membasuh pantatnya dengan kertas toilet, seuntai kertas toilet masih berjuntai di belahan pantatnya.</p>
<p>Dengan keheranan orang Jepang dan orang Amerika menunjuk ke untaian kertas sisa BAB tersebut dan berkata, &#8220;Kertas apa itu yang tergantung di pantat Anda?&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh maaf&#8230;, saya baru terima fax.&#8221; jawab orang Indonesia</p></div>
<div></div>
<div>copied from : http://leonhakim.blogspot.com/</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handpy.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handpy.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handpy.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handpy.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/handpy.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/handpy.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/handpy.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/handpy.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handpy.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handpy.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handpy.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handpy.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handpy.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handpy.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=114&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handpy.wordpress.com/2010/12/05/percakapan-di-sebuah-sauna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c78a0831095d80f1765a84fbf80f0f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handpy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Story of appreciation</title>
		<link>http://handpy.wordpress.com/2010/12/05/story-of-appreciation/</link>
		<comments>http://handpy.wordpress.com/2010/12/05/story-of-appreciation/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2010 05:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[read the life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handpy.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[One young academically excellent person went to apply for a managerial position in a big company. He passed the first interview, the director did the last interview, made the last decision. The director discovered from the CV that the youth&#8217;s academic achievements were excellent all the way, from the secondary school until the postgraduate research, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=111&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>One young academically excellent person went to apply for a managerial position in a big company.</p>
<p>He passed the first interview, the director did the last interview, made the last decision.</p>
<p>The director discovered from the CV that the youth&#8217;s academic achievements were excellent all the way,</p>
<p>from the secondary school until the postgraduate research, never had a year when he did not score.</p>
<p>The director asked, &#8220;Did you obtain any scholarships in school?&#8221; the youth answered &#8220;none&#8221;.</p>
<p>The director asked, &#8221; Was it your father who paid for your school fees?&#8221; The youth answered,</p>
<p>&#8220;My father passed away when I was one year old, it was my mother who paid for my school fees.</p>
<p>The director asked, &#8221; Where did your mother work?&#8221; The youth answered, &#8220;My mother worked</p>
<p>as clothes cleaner. The director requested the youth to show his hands. The youth showed a</p>
<p>pair of hands that were smooth and perfect.</p>
<p>The director asked, &#8221; Have you ever helped your mother wash the clothes before?&#8221;</p>
<p>The youth answered, &#8220;Never, my mother always wanted me to study and read more books.</p>
<p>Furthermore, my mother can wash clothes faster than me.</p>
<p>The director said, &#8220;I have a request. When you go back today, go and clean your mother&#8217;s hands, and then see me tomorrow morning.&#8221;</p>
<p>The youth felt that his chance of landing the job was high. When he went back, he happily requested his mother to let him clean her hands. His mother felt strange, happy but with mixed feelings, she showed her hands to the kid.</p>
<p>The youth cleaned his mother&#8217;s hands slowly. His tear fell as he did that. It was the first time he noticed that his mother&#8217;s hands were so wrinkled, and there were so many bruises in her hands. Some bruises were so painful that his mother shivered when they were cleaned with water.</p>
<p>This was the first time the youth realized that it was this pair of hands that washed the clothes everyday to enable him to pay the school fee. The bruises in the mother&#8217;s hands were the price that the mother had to pay for his graduation, academic excellence and his future.</p>
<p>After finishing the cleaning of his mother hands, the youth quietly washed all the remaining clothes for his mother.That night, mother and son talked for a very long time.</p>
<p>Next morning, the youth went to the director&#8217;s office.</p>
<p>The Director noticed the tears in the youth&#8217;s eyes, asked: &#8221; Can you tell me what have you done and learned yesterday in your house?&#8221;</p>
<p>The youth answered, &#8221; I cleaned my mother&#8217;s hand, and also finished cleaning all the remaining clothes&#8217; The Director asked, &#8221; please tell me your feelings.&#8221;</p>
<p>The youth said, Number 1, I know now what is appreciation. Without my mother, there would not the successful me today. Number 2, by working together and helping my mother, only I now realize how difficult and tough it is to get something done. Number 3, I have come to appreciate the importance and value of family relationship.</p>
<p>The director said, &#8221; This is what I am looking for to be my manager. I want to recruit a person who can appreciate the help of others, a person who knows the sufferings of others to get things done, and a person who would not put money as his only goal in life. You are hired.”</p>
<p>Later on, this young person worked very hard, and received the respect of his subordinates. Every employee worked diligently and as a team. The company&#8217;s performance improved tremendously.</p>
<p>A child, who has been protected and habitually given whatever he wanted, would develop &#8220;entitlement mentality&#8221; and would always put himself first. He would be ignorant of his parent&#8217;s efforts. When he starts work, he assumes that every person must listen to him, and when he becomes a manager, he would never know the sufferings of his employees and would always blame others. For this kind of people, who may be good academically, may be successful for a while, but eventually would not feel sense of achievement. He will grumble and be full of hatred and fight for more. If we are this kind of protective parents, are we really showing love or are we destroying the kid instead?&#8221;</p>
<p>You can let your kid live in a big house, eat a good meal, learn piano, watch a big screen TV. But when you are cutting grass, please let them experience it. After a meal, let them wash their plates and bowls together with their brothers and sisters. It is not because you do not have money to hire a maid, but it is because you want to love them in a right way. You want them to understand, no matter how rich their parents are, one day their hair will grow gray, same as the mother of that young person. The most important thing is your kid learns how to appreciate the effort and experience the difficulty and learns the ability to work with others to get things done.</p>
<p>Auhor: No name. (Dapet dari email berantai)</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handpy.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handpy.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handpy.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handpy.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/handpy.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/handpy.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/handpy.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/handpy.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handpy.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handpy.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handpy.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handpy.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handpy.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handpy.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=111&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handpy.wordpress.com/2010/12/05/story-of-appreciation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c78a0831095d80f1765a84fbf80f0f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handpy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Politik. Apakah itu?</title>
		<link>http://handpy.wordpress.com/2010/12/05/politik-apakah-itu/</link>
		<comments>http://handpy.wordpress.com/2010/12/05/politik-apakah-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2010 05:48:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jokes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handpy.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak kecil bertanya pada ayahnya,&#8221;Ayah, dapatkah kau jelaskan apakah politik itu?&#8221; Ayah berkata,&#8221;Nak, Ayah akan kasih dalam bentuk analogi ya..&#8221; Anak, &#8220;Silakan Pak.&#8221; Ayah, &#8220;Ayah adalah pencari nafkah bagi keluarga, jadi sebutlah Ayah ini KAPITALISME. Ibumu, dia adalah pengatur keuangan, sehingga kita sebut dia PEMERINTAH. Kami disini untuk memenuhi kebutuhanmu sehingga kau kita sebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=107&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Seorang anak kecil bertanya pada ayahnya,&#8221;Ayah, dapatkah kau jelaskan apakah politik itu?&#8221;</p>
<p>Ayah berkata,&#8221;Nak, Ayah akan kasih dalam bentuk analogi ya..&#8221;</p>
<p>Anak, &#8220;Silakan Pak.&#8221;</p>
<p>Ayah, &#8220;Ayah adalah pencari nafkah bagi keluarga, jadi sebutlah Ayah ini KAPITALISME. Ibumu, dia adalah pengatur keuangan, sehingga kita sebut dia PEMERINTAH. Kami disini untuk memenuhi kebutuhanmu sehingga kau kita sebut RAKYAT. Bibi pembantu kita anggap sebagai BURUH. Adikmu yang masih bayi, kita sebut dia MASA DEPAN. Sekarang pikirkanlah hal ini dan pertimbangkanlah apakah ini masuk akal bagimu.</p>
<p>Anak tersebut masuk ke kamarnya dan memikirkan apa yang baru saja dikatakan ayahnya.</p>
<p>Tengah malam, dia mendengar adiknya menangis, lalu dia bangun dan, memeriksanya, dan dia menemukan adiknya basah kuyup dan kotor karena adiknya, pipis dan buang air besar.</p>
<p>Anak itu lantas pergi ke kamar orang tuanya dan, melihat ibunya sedang tidur nyenyak dan mendengkur. Dia tak ingin membangunkan, ibunya, karenanya, ia pergi ke kamar pembantu. Pintunya terkunci, dan dia, mengintip dari lubang kunci dan melihat ayahnya sedang bercinta dengan si pembantu.</p>
<p>Dia menyerah dan kembali ke kamarnya. Pagi berikutnya, anak kecil itu berkata pada ayahnya, &#8220;Kurasa sekarang aku, mengerti apa itu politik.&#8221;</p>
<p>Ayah menjawab, &#8220;Bagus, Nak, ceritakan padaku pendapatmu tentang politik.&#8221;</p>
<p>Si anak segera menjawab, &#8220;Ketika pemerintah tertidur, Kapitalisme segera memanfaatkan Buruh sepuas2nya, shg Rakyat terabaikan dan Masa depan berada dalam kesulitan besar&#8230;&#8221;</p>
<p>Ayah, &#8220;(*&amp;^^$#@!$%^^&amp;&amp;^^*!!!!</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handpy.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handpy.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handpy.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handpy.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/handpy.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/handpy.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/handpy.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/handpy.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handpy.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handpy.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handpy.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handpy.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handpy.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handpy.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=107&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handpy.wordpress.com/2010/12/05/politik-apakah-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c78a0831095d80f1765a84fbf80f0f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handpy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>thebastardsofyoung.com</title>
		<link>http://handpy.wordpress.com/2010/07/05/thebastardsofyoung-com/</link>
		<comments>http://handpy.wordpress.com/2010/07/05/thebastardsofyoung-com/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 17:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sing a song]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handpy.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Bottlesmoker / Before Circus Over (Neovinyl Records/2008) TRACKLIST: 1. Circum Pacific 2. Before Circus Over 3. Running Boy Sunglasses 4. Messenger Day 5. Come Back To The Light 6. Sailing on Autumn Leaves 7. I Can&#8217;t Play Piano 8. Triple Head With Empty Space REVIEW: “love it it&#8217;s great&#8230;very chilled with a lovely melody” – [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=97&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_98" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://handpy.files.wordpress.com/2010/07/cover-bco.jpg"><img class="size-medium wp-image-98  " title="cover-bco" src="http://handpy.files.wordpress.com/2010/07/cover-bco.jpg?w=300&#038;h=288" alt="" width="300" height="288" /></a><p class="wp-caption-text">Before Circus Over (Neovinyl Records/2008)</p></div>
<p><strong>Bottlesmoker / Before Circus Over (Neovinyl Records/2008)</strong></p>
<p><strong>TRACKLIST:</strong><br />
1. Circum Pacific<br />
2. Before Circus Over<br />
3. Running Boy Sunglasses<br />
4. Messenger Day<br />
5. Come Back To The Light<br />
6. Sailing on Autumn Leaves<br />
7. I Can&#8217;t Play Piano<br />
8. Triple Head With Empty Space</p>
<p><strong>REVIEW:</strong><br />
“love it it&#8217;s great&#8230;very chilled with a lovely melody” – James Yuill<br />
“I like your sound bottlesmoker, just greetings from Japan” – Organic Stereo<br />
“mini-minimalist chiptuney epics of simultaneous soaring joy and meditative melancholy that even post-rockers” – Junk-online<br />
“dream-world brand of IDM as bedroom music” – pulse music<br />
“I like their sound a lot, it reminds me little of Nathan Fake’s first album” – Rotten Fresh.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://thebastardsofyoung.com"><img class=" " title="slow-mo-smile" src="http://thebastardsofyoung.com/home/images/stories/slow-mo-smile.jpg" alt="Bottlesmoker / Slow Mo Smile " width="300" height="288" /></a><p class="wp-caption-text">Slow Mo Smile </p></div>
<p><strong>Bottlesmoker / Slow Mo Smile </strong><br />
<strong> </strong> <strong>TRACKLIST:</strong><br />
1. Hello We Are Bottlesmoker<br />
2. Where&#8217;s My Wings<br />
3. Slow Mo Smile<br />
4. Stringless Purslane<br />
5. Semantic Island<br />
6. Before Circus Over<br />
7. A Lot Of Numbers<br />
8. You Just A Noise For Me</p>
<p><strong>REVIEW:</strong><br />
“paduan musik elektronik yang unik dengan jejak musik pop di beberapa sudutnya” – Pop Circle<br />
“deep passionated electro pop soul” – deathrockstar<br />
“Bottlesmoker brings some airy casiopop tunes through their songs” – Disconinjaz<br />
“bottlesmoker is definitely one of indonesia&#8217;s finest idm acts. truly a treat to listen to” &#8211; spazzkid</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handpy.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handpy.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handpy.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handpy.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/handpy.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/handpy.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/handpy.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/handpy.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handpy.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handpy.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handpy.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handpy.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handpy.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handpy.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=97&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handpy.wordpress.com/2010/07/05/thebastardsofyoung-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c78a0831095d80f1765a84fbf80f0f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handpy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://handpy.files.wordpress.com/2010/07/cover-bco.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">cover-bco</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thebastardsofyoung.com/home/images/stories/slow-mo-smile.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">slow-mo-smile</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Steve Jobs, Marketer 3.0 Yang Jenius</title>
		<link>http://handpy.wordpress.com/2010/06/28/steve-jobs-marketer-3-0-yang-jenius/</link>
		<comments>http://handpy.wordpress.com/2010/06/28/steve-jobs-marketer-3-0-yang-jenius/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 10:28:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handpy.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Steve Jobs, Marketer 3.0 Yang Jenius 25 Jun 2010. Posted By Bagi Anda yang lagi belajar menjadi pembicara handal, coba cari video Steve Jobs memperkenalkan produk-­produk Apple di YouTube. Anda  sebaiknya  menonton  video  ini  secara  berurutan  mulai  dari perkenalan Macintosh tahun 1984 lalu loncat ke peluncuran iPod tahun 2001  lalu maju ke peluncuran  iPhone 6  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=88&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 221px"><a href="http://idannyb.files.wordpress.com/2009/01/steve-jobs-300x300.jpg"><img title="steve job" src="http://idannyb.files.wordpress.com/2009/01/steve-jobs-300x300.jpg?w=211&#038;h=211" alt="steve job" width="211" height="211" /></a><p class="wp-caption-text">steve job</p></div>
<p>Steve Jobs, Marketer 3.0 Yang Jenius</p>
<p style="text-align:left;">25 Jun 2010. Posted By</p>
<p>Bagi Anda yang lagi belajar menjadi pembicara handal, coba cari video Steve Jobs memperkenalkan produk-­produk Apple di YouTube. Anda  sebaiknya  menonton  video  ini  secara  berurutan  mulai  dari perkenalan Macintosh tahun 1984 lalu loncat ke peluncuran iPod tahun 2001  lalu maju ke peluncuran  iPhone 6  tahun kemudian. Terakhir, peluncuran  iPad dan  iPhone 4 di  tahun 2010. Kalau Anda cermati video­video tersebut, semuanya penuh dengan cerita-­cerita yang fantastis serta celetukan sinis dan humoris mengenai pesaing Apple.</p>
<p>Anda akan melihat Steve Jobs yang visionaris di masa mudanya dan bagaimana dia menjadi storyteller yang terbaik di dunia.</p>
<p>Tantangan bagi siapa pun yang menjual produk teknologi adalah bagaimana menjelaskan fitur­fitur rumit dengan cerita yang mudah dicerna masyarakat luas.Untuk urusan ini, Steve Jobs memang jagonya.  Daripada  berusaha  menceritakan  teknologi  baterai  iPad  dan fitur keamanannya, Jobs menyebut iPad sebagai “gadget that gives you freedom:  freedom from programs  that  trash  your battery  life,  freedom from porn.” Lihat juga bagaimana Jobs memposisikan iPad di antara iPhone (smartphone) dan Macbook (laptop) dan lantas menyerang netbook yang menurutnya tidak layak berada di posisi tengah tersebut.</p>
<p>Akan  tetapi  tantangan  terbesar  Jobs di  tahun  2010 bukanlah memperkenalkan  iPad  tetapi memperkenalkan  iPhone 4. Alasannya sederhana: iPad ketika diluncurkan betul-­betul kejutan bagi semua orang. Banyak yang mencoba mereka­reka desain iPad tetapi publik  tidak pernah melihat produk aslinya sebelum peluncuran.</p>
<p>Tetapi ceritanya lain dengan iPhone 4. Beberapa waktu sebelum peluncuran, prototip iPhone sempat bocor ke public. Karena itu Jobs berseloroh pada waktu peluncuran, “Sebagian dari Anda mungkin sudah pernah melihat  iPhone 4,”  yang disambut  tawa penonton.</p>
<p>Uniknya, Jobs tetap bisa menarik perhatian penonton meski desain iPhone  4  bukan  lagi  kejutan. Misalnya,  Jobs  bercerita mengenai rangka iPhone yang aneh karena ada lekukan di beberapa bagian. Rangka  ini  ternyata  adalah  antena  iPhone  yang  didesain  khusus untuk membuat produk ini menjadi smartphone tertipis di dunia.</p>
<p>Meski koneksi Wi­Fi sempat  terganggu pada saat demonstrasi  iPhone 4, perhatian penonton  tetap  tersedot pada cerita­-cerita Jobs yang menarik.</p>
<p>Steve Jobs adalah salah satu representasi sempurna untuk seorang Marketer 3.0</p>
<p>sumber : www.the-marketeers.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handpy.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handpy.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handpy.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handpy.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/handpy.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/handpy.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/handpy.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/handpy.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handpy.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handpy.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handpy.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handpy.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handpy.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handpy.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=88&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handpy.wordpress.com/2010/06/28/steve-jobs-marketer-3-0-yang-jenius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c78a0831095d80f1765a84fbf80f0f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handpy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idannyb.files.wordpress.com/2009/01/steve-jobs-300x300.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">steve job</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yippiee finnaly im finnished my website</title>
		<link>http://handpy.wordpress.com/2010/06/23/yippiee-finnaly-im-finnished-my-website/</link>
		<comments>http://handpy.wordpress.com/2010/06/23/yippiee-finnaly-im-finnished-my-website/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 17:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cre art ive]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handpy.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah akhirnya personal situs saya selesai juga, dengan mengorbankan waktu yang tidak sia-sia, mengenyahkan jam tidur normal, dan menunggu waktu tidur ketika adzan awal berkumandang. sungguh tidak mengenal waktu memang pekerjaan yang saya jalani sekarang, dan serasa jadi konsumsi wajib untuk semuanya ini, yah ini mungkin jalan hidup yang saya harus tempuh, dengan semua pengorbanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=83&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_84" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://handpy.files.wordpress.com/2010/06/picture-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-84" title="screenshot hvncdy" src="http://handpy.files.wordpress.com/2010/06/picture-1.jpg?w=300&#038;h=187" alt="" width="300" height="187" /></a><p class="wp-caption-text">mypersonalsite</p></div>
<p>Alhamdulillah akhirnya personal situs saya selesai juga, dengan mengorbankan waktu yang tidak sia-sia, mengenyahkan jam tidur normal, dan menunggu waktu tidur ketika adzan awal berkumandang. sungguh tidak mengenal waktu memang pekerjaan yang saya jalani sekarang, dan serasa jadi konsumsi wajib untuk semuanya ini, yah ini mungkin jalan hidup yang saya harus tempuh, dengan semua pengorbanan ini saya yakin bisa dapatkan yang setimpal, masa depan yang lebih cerah dan harapan2 dan mimpi2 indah yang tentunya yang ingin semua orang nikmati.</p>
<p>ohya kita coba kembali dulu ke haveaniceday.ueuo.com, pertama mungkin apa yang saya ingin sajikan ini awalnya untuk memfasilitasi apa yang telah apa yang saya kerjakan selama ini, mungkin istilah umumnya portfolio online, untuk cari pekerjaan awalnya, tapi setelahnya teman saya thong yang berada di vietnam, mengusulkan gimana jika situs ini dijadikan referensi untuk dia cari proyekan disana, yah saya oke2 saja, karena saya pikir ini langkah baik untuk dapatkan <em>sidejob</em>..:D disana. dan semoga bisa berjalan dengan baik, namanya juga usaha, pasti ada hasilnya.</p>
<p>segini dulu deh ngacapruknya, stoneduh yeuhh&#8230;waktunya kembali ke waktu istirahat normal (i hope) <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>have a nice day, reader&#8230;..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handpy.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handpy.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handpy.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handpy.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/handpy.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/handpy.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/handpy.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/handpy.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handpy.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handpy.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handpy.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handpy.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handpy.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handpy.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=83&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handpy.wordpress.com/2010/06/23/yippiee-finnaly-im-finnished-my-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c78a0831095d80f1765a84fbf80f0f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handpy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://handpy.files.wordpress.com/2010/06/picture-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">screenshot hvncdy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NANIA</title>
		<link>http://handpy.wordpress.com/2010/06/23/nania/</link>
		<comments>http://handpy.wordpress.com/2010/06/23/nania/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 17:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[read the life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handpy.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang: Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya. &#8220;Kenapa?&#8221; tanya mereka di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=78&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau</p>
<p>menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang</p>
<p>dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya,</p>
<p>melainkan menjadi milik banyak orang: Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga dan</p>
<p>teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.</p>
<p>&#8220;Kenapa?&#8221; tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.</p>
<p>Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon 25 watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu.</p>
<p>Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas,mencoba bicara dan menyadari, dia tak punya kata-kata!</p>
<p>Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detail dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadiandi kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap.</p>
<p>Yang pertama terjadi 3 bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania anggap sebagai momen yang tepat, karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.</p>
<p>&#8220;Kamu pasti bercanda!&#8221;</p>
<p>Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga dan terakhir dari papa dan mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.</p>
<p>&#8220;Nania serius!&#8221; tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.</p>
<p>&#8220;Tidak ada yang lucu,&#8221; suara papa tegas. &#8220;papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak papa yang paling cantik!&#8221;</p>
<p>Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.</p>
<p>&#8220;Nania cuma mau Rafli,&#8221; sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.</p>
<p>Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekedar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.</p>
<p>&#8220;Tapi kenapa?&#8221;</p>
<p>Sebab Rafli cuman laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa.</p>
<p>Sementara kamu, sebentar lagi meraih gelar insinyur.</p>
<p>Bakatmu yang lainpun luar biasa.</p>
<p>Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.</p>
<p>&#8220;Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!&#8221;</p>
<p>Cukup! Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, dimana tawakal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?</p>
<p>Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkrit yang bisa membuat Rafli tampak &#8216;luar biasa&#8217;. Nania cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.</p>
<p>Mereka akhirnya menikah..</p>
<p>***</p>
<p>Setahun pernikahan.</p>
<p>Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.</p>
<p>Nania hanya merasakan cinta yang begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania.</p>
<p>Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.</p>
<p>&#8220;Tak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.&#8221;</p>
<p>Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.</p>
<p>Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.</p>
<p>&#8220;Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu!&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!&#8221;</p>
<p>&#8220;Betul, kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!&#8221;</p>
<p>Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.</p>
<p>Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.</p>
<p>Tapi Rafli juga tidak jelek, kak!</p>
<p>Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?</p>
<p>Rafli juga pintar!</p>
<p>Tidak sepintarmu, Nania.</p>
<p>Rafli juga sukses, pekerjaaannya lumayan.</p>
<p>Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.</p>
<p>Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak. Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli.</p>
<p>Lagi-lagi percuma.</p>
<p>Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki sepasang orang anak. Keduanya menggemaskan.</p>
<p>Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak.</p>
<p>Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang.</p>
<p>&#8220;Tak apa,&#8221; kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri.</p>
<p>&#8220;Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Mas.&#8221;</p>
<p>Nania tidak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir, sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik.</p>
<p>&#8220;Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya?&#8221;</p>
<p>Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.</p>
<p>Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!</p>
<p>Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania.</p>
<p>Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.</p>
<p>Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak.</p>
<p>Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang di kantor, tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik papa dan mama.</p>
<p>Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.</p>
<p>Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak.</p>
<p>Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.</p>
<p>***</p>
<p>Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.</p>
<p>&#8220;Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!&#8221;</p>
<p>Mula-mula dokter kandungan Nania memasukkan sejenis obat kedalam rahim Nania.</p>
<p>Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semua normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.</p>
<p>Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi dan menunaikan shalat d isisi tempat tidur.</p>
<p>Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.</p>
<p>Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga nenit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.</p>
<p>&#8220;Baru pembukaan satu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Belum ada perubahan, bu?&#8221;.</p>
<p>&#8220;Sudah bertambah sedikit&#8221;, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.</p>
<p>&#8220;Sekarang pembukaan satu lebih sedikit.&#8221;</p>
<p>Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa</p>
<p>memiliki sense of humor yang tinggi.</p>
<p>Tiga puluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.</p>
<p>&#8220;Masih pembukaan dua, pak!&#8221;</p>
<p>Rafli tercengang. Cemas tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah.</p>
<p>Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.</p>
<p>&#8220;Mas?&#8221;</p>
<p>Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.</p>
<p>&#8220;Dokter?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.&#8221;</p>
<p>Mungkin?</p>
<p>Rafli dan Nia berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? bagaimana jika terlambat?</p>
<p>Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran.</p>
<p>Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak kuasa merasa sendiri dari awal.</p>
<p>Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruang serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.</p>
<p>Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan dzikir.</p>
<p>Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.</p>
<p>&#8220;Pendarahan hebat.&#8221;</p>
<p>Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah.</p>
<p>Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah!</p>
<p>Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.</p>
<p>Mama Nania yang baru tiba, menangis, papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.</p>
<p>Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercengung beberapa</p>
<p>saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.</p>
<p>Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.</p>
<p>***</p>
<p>Setelah seminggu lebih Nania koma, selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak.</p>
<p>Terutama anggota keluarga yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya.</p>
<p>Tidak sampai empat hari, mereka sudah boleh membawanya pulang.</p>
<p>Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukur pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh.. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.</p>
<p>Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang berbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra.</p>
<p>Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.</p>
<p>&#8220;Nania&#8230;bangun, cinta?</p>
<p>Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.</p>
<p>Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berpikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania dan membacakannya dengan suara pelan. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,</p>
<p>&#8220;Nania&#8230;bangun, cinta?&#8221;</p>
<p>Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya dimata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.</p>
<p>Di luar itu Rafli tak memperdulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.</p>
<p>Ia ingin melihat Nania lagi, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain diwajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.</p>
<p>Pada hari ketiga puluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama di tangkap matanya.</p>
<p>Seakan telah begitu lama Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapnya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan air mata yang meleleh.</p>
<p>Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.</p>
<p>Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.</p>
<p>Ketika malam Rafli mendandani Nania agar terlihat cantik sebelum tidur.</p>
<p>Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur.</p>
<p>Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?</p>
<p>Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu menyaksikan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.</p>
<p>Setiap hari minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar.</p>
<p>Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton di bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut.</p>
<p>Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya.</p>
<p>Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania kesana kemari. Masih dengan senyum hangat diantara wajahnya yang bermanik keringat.</p>
<p>Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh semua berbisik-bisik.</p>
<p>&#8220;Baik banget suaminya!&#8221;</p>
<p>&#8220;Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya</p>
<p>memandangnya dengan penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!&#8221;</p>
<p>Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, papa dan mama. Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustasi, merasa tak berani, merasa? Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?</p>
<p>Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.</p>
<p>Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.</p>
<p>Ya, Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semuanya, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah yang besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri, meski tubuhnya tak berfungsi sempurna, meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.</p>
<p>Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.</p>
<p>Created by,</p>
<p>Fianne Bazmarra</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handpy.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handpy.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handpy.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handpy.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/handpy.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/handpy.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/handpy.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/handpy.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handpy.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handpy.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handpy.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handpy.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handpy.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handpy.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=78&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handpy.wordpress.com/2010/06/23/nania/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c78a0831095d80f1765a84fbf80f0f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handpy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empati</title>
		<link>http://handpy.wordpress.com/2010/06/21/empati/</link>
		<comments>http://handpy.wordpress.com/2010/06/21/empati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 08:14:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handpy.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Empati<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=73&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">kecakapan Antar Personal(artikel)</div>
<div id="_mcePaste"><strong>A. EMPATI (EMPATHY)</strong></div>
<div><strong></p>
<p></strong></div>
<div id="_mcePaste"><strong>1. Pengertian</strong></div>
<div id="_mcePaste">Empati adalah kemampuan mengindra perasaan dan perspektif orang lain. Semakin baik pemahaman seseorang tentang dinamika emosinya sendiri, semakin trampil ia dalam membaca emosi dan perspektif orang lain. Kemampuan ini sangat penting untuk membangun hubungan interpersonal yang sehat.</div>
<div id="_mcePaste">Kata Sigmund Freud: ìManusia tidak dapat menyimpan rahasia. Jika bibir mereka diam, mereka akan berbicara melalui jemari mereka. Kebenaran memaksakan diri keluar lewat setiap poriî.</div>
<div id="_mcePaste">Memang, orang jarang mengungkapkan perasaan mereka lewat kata-kata. Lebih sering mereka memberitahu kita melalui nada suara, ekspresi wajah, atau cara-cara nonverbal lainnya. Kemampuan kita dalam mengindera perasaan seseorang tanpa yang bersangkutan mengatakannya merupakan intisari empati.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste"><strong>2. Jenis-jenis Empati:</strong></div>
<div id="_mcePaste">1. Empati Kognitif: Mengetahui emosi atau suasana hati orang lain.</div>
<div id="_mcePaste">2. Empati Afektif: Masuk ke dalam pengalaman subjektif orang lain.</div>
<div id="_mcePaste">3. Empati Konatif: Melakukan sesuatu seolah-olah ia berada dalam posisi orang itu.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste"><strong>3. Ciri-ciri Empati:</strong></div>
<div id="_mcePaste">1. Ikut merasakan</div>
<div id="_mcePaste">2. Dibangun berdasarkan kesadaran diri</div>
<div id="_mcePaste">3. Peka terhadap bahasa nonverbal.</div>
<div id="_mcePaste">4. Mengambil peran.</div>
<div id="_mcePaste">5. Tidak larut atau tetap kontrol emosi diri.</div>
<div><strong></p>
<p></strong></div>
<div id="_mcePaste"><strong>4. Tingkat-tingkat Mendengar:</strong></div>
<div id="_mcePaste">1. Mengabaikan</div>
<div id="_mcePaste">2. Pura-pura mendengar</div>
<div id="_mcePaste">3. Mendengar secara selektif</div>
<div id="_mcePaste">4. Mendengarkan dengan penuh perhatian</div>
<div id="_mcePaste">5. Mendengarkan secara empatik</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste"><strong>5. Kiat Mendengar secara Empatik</strong></div>
<div id="_mcePaste">1. Menunjukkan perhatian penuh</div>
<div id="_mcePaste">2. Mengatakan kembali isinya</div>
<div id="_mcePaste">3. Merefleksikan perasaan</div>
<div id="_mcePaste">4. Mengatakan kembali isi serta merefleksikan perasaan</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste"><strong>6. Empati Star Performer:</strong></div>
<div id="_mcePaste">1. Memahami orang lain</div>
<div id="_mcePaste">- Memperhatikan isyarat-isyarat emosi dan mendengarkan dengan baik</div>
<div id="_mcePaste">- Menunjukkan kepekaan dan pemahaman terhadap perspektif orang lain</div>
<div id="_mcePaste">- Membantu berdasarkan pemahaman terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain</div>
<div id="_mcePaste">2. Mengembangkan orang lain</div>
<div id="_mcePaste">- Mengakui dan menghargai kekuatan, keberhasilan, dan perkembangan orang lain</div>
<div id="_mcePaste">- Menawarkan umpan balik yang bermanfaat dan mengidentifikasi kebutuhan orang lain untuk berkembang</div>
<div id="_mcePaste">- Menjadi mentor, memberikan pelatihan pada waktu yang tepat, dan penugasan-penugasan yang menantang serta mendorong dikerahkannya kemampuan seseorang.</div>
<div id="_mcePaste">3. Orientasi pelayanan</div>
<div id="_mcePaste">- Memahami kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan merespons semua itu dengan produk atau pelayanan yang tersedia</div>
<div id="_mcePaste">- Mencari berbagai cara untuk memuaskan pelanggan</div>
<div id="_mcePaste">- Dengan senang hati menawarkan bantuan</div>
<div id="_mcePaste">- Menghayati perspektif pelanggan dan bertindak sebagai penasehat yang dapat dipercaya</div>
<div id="_mcePaste">4. Memanfaatkan keragaman</div>
<div id="_mcePaste">- Hormat dan mau bergaul dengan orang-orang dari bermacam-macam latar belakang</div>
<div id="_mcePaste">- Memahami beragamnya pandangan dan peka terhadap perbedaan antar kelompok</div>
<div id="_mcePaste">- Memandang keberagaman sebagai peluang, menciptakan lingkungan yang memungkinkan semua orang sama-sama maju meskipun berbeda-beda</div>
<div id="_mcePaste">- Berani menentang sikap diskriminatif dan intoleran</div>
<div id="_mcePaste">5. Kesadaran politik</div>
<div id="_mcePaste">- Membaca dengan cermat hubungan-hubungan kekuasaan</div>
<div id="_mcePaste">- Mengenal dengan baik semua jaringan sosial yang penting</div>
<div id="_mcePaste">- Memahami kekuatan-kekuatan yang membentuk pandangan-pandangan serta tindakan-tindakan klien, pelanggan atau pesaing</div>
<div id="_mcePaste">- Membaca dengan cermat realitas sosial di dalam atau di luar organisasi</div>
<div id="_mcePaste"><strong>B. KETRAMPILAN SOSIAL (SOCIAL SKILL)</strong></div>
<div><strong></p>
<p></strong></div>
<div id="_mcePaste">1. Pengertian</div>
<div id="_mcePaste">Ketrampilan sosial (social skill) adalah kemampuan untuk menangani emosi</div>
<div id="_mcePaste">dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan dengan cermat membaca</div>
<div id="_mcePaste">situasi dan jaringan sosial; berinteraksi dengan lancar; dan menggunakan</div>
<div id="_mcePaste">ketrampilan-ketrampilan ini untuk mempengaruhi dan memimpin, bermusyawarah</div>
<div id="_mcePaste">dan menyelesaikan perselisihan, serta untuk bekerjasama dan bekerja dalam tim.</div>
<div id="_mcePaste">2. Masalah-masalah dalam Hubungan Sosial:</div>
<div id="_mcePaste">1. Egoisme dan konfrontasi</div>
<div id="_mcePaste">2. Tiadanya kasih sayang dan kelembutan</div>
<div id="_mcePaste">3. Tiadanya rasa hormat dan hasrat tulus menolong orang lain untuk berkembang</div>
<div id="_mcePaste">4. Orang cenderung memikirkan apa yang ingin didapat, bukan apa yang ingin diberikan</div>
<div id="_mcePaste">5. Tiadanya keseimbangan antara berbicara dan mendengarkan</div>
<div id="_mcePaste">6. Tidakdikenalnya kompromi dan pemaafan kesalahan</div>
<div id="_mcePaste">7. Tertekannya perasaan</div>
<div id="_mcePaste">8. Kesenjangan antara harapan dengan kenyataan</div>
<div id="_mcePaste"><strong>3. Dua Hal Penting dalam Membangun Hubungan Sosial yang Harmonis:</strong></div>
<div id="_mcePaste">1. Citra diri (self-image) ? OK or Not OK ? berhubungan dengan konsep diri (self-concept), dan kesadaran diri (self-awareness)</div>
<div id="_mcePaste">2. Kemampuan berkomunikasi</div>
<div id="_mcePaste"><strong>4. Tiga Macam Komunikasi:</strong></div>
<div id="_mcePaste">1. Komunikasi agresif (aggressive communication)</div>
<div id="_mcePaste">2. Komunikasi submisif (submissive communication)</div>
<div id="_mcePaste">3. Komunikasi asertif (assertive communication)</div>
<div id="_mcePaste"><strong>5. Ciri-ciri Kalimat Asertif:</strong></div>
<div id="_mcePaste">1. Menggunakan pola ìsayaî bukannya pola ìAndaî.</div>
<div id="_mcePaste">2. Menggunakan kalimat deskripsi faktual bukannya penilaian atau pernyataan berlebihan.</div>
<div id="_mcePaste">3. Berisi pernyataan pikiran/perasaan secara lugas dan jelas sehingga mudah dipahami</div>
<div id="_mcePaste">4. Menggunakan kalimat permintaan atau perintah yang jelas dan langsung, bukan sekedar mengisyaratkan atau bersifat tidak langsung.</div>
<div id="_mcePaste"><strong>6. Inti Asertivitas:</strong></div>
<div id="_mcePaste">1. Mempertahankan hak</div>
<div id="_mcePaste">2. Mengekspresikan diri secara langsung/terbuka dan jujur</div>
<div id="_mcePaste">3. Menghargai hak orang lain</div>
<div id="_mcePaste">4. Beretiket.</div>
<div id="_mcePaste"><strong>7. Faktor-faktor yang Menghambat Perilaku Komunikasi Asertif:</strong></div>
<div id="_mcePaste">1. Situasi dan kondisi yang tidak mendukung</div>
<div id="_mcePaste">- Mengekspresikan sikap marah</div>
<div id="_mcePaste">- Menghadapi orang yang memiliki otoritas lebih tinggi</div>
<div id="_mcePaste">- Menolak permintaan</div>
<div id="_mcePaste">- Mengajukan permintaan</div>
<div id="_mcePaste">- Mengawali percakapan dengan orang belum dikenal</div>
<div id="_mcePaste">2. Kepribadian (Kecemasan)</div>
<div id="_mcePaste"><strong>8. Enam ìAî Agar Hubungan Tetap dalam Rel Positif:</strong></div>
<div id="_mcePaste">-Affection</div>
<div id="_mcePaste">- Appreciation</div>
<div id="_mcePaste">- Acknowledgment</div>
<div id="_mcePaste">- Absolute (in commitment)</div>
<div id="_mcePaste">- Acceptance</div>
<div id="_mcePaste">- Action</div>
<div id="_mcePaste"><strong>9. Kiat-kiat Memperkuat Hubungan:</strong></div>
<div id="_mcePaste">a. Jaga keselarasan perasaan satu sama lain</div>
<div id="_mcePaste">b. Pertimbangkan onsensus e-alternatif jika diperlukan</div>
<div id="_mcePaste">c. Beri semangat dan umpan balik</div>
<div id="_mcePaste">d. Tetap dalam jalur utama, dan sisihkan waktu untuk mengukur kemajuan</div>
<div id="_mcePaste">e. Bersikap jujur dan mudah bekerja sama</div>
<div id="_mcePaste">f. Belajar dari kesalahan, tidak mencari kambing hitam atau menyepelekannya</div>
<div id="_mcePaste">g. Tahu cara mengidentifikasi perasaan tertekan, marah, bersalah, putus asa, kecewa atau frustrasi</div>
<div id="_mcePaste"><strong>10. Ketrampilan Sosial Star Performer:</strong></div>
<div id="_mcePaste">a. Pengaruh</div>
<div id="_mcePaste">i. Trampil dalam persuasi</div>
<div id="_mcePaste">ii. Menyesuaikan presentasi dengan keadaan</div>
<div id="_mcePaste">iii. Menggunakan strategi rumit spt memberi pengaruh tidak langsung untuk membangun onsensus dan dukungan</div>
<div id="_mcePaste">iv. Memadukan dan menyelaraskan peristiwa-peristiwa dramatis agar menghasilkan efektivitas</div>
<div id="_mcePaste">b. Komunikasi</div>
<div id="_mcePaste">i. Efektif berekspresi dalam memberi maupun menerima</div>
<div id="_mcePaste">ii. Menghadapi masalah-masalah sulit tanpa menunda</div>
<div id="_mcePaste">iii. Mendengar dengan baik, berusaha saling memahami, dan bersedia berbagi informasi secara utuh</div>
<div id="_mcePaste">iv. Mendorong komunikasi terbuka, dan tetap bersedia menerima kabar buruk sebagaimana kabar baik</div>
<div id="_mcePaste">c. Manajemen konflik</div>
<div id="_mcePaste">i. Menangani orang-orang sulit dan situasi tegang dengan diplomasi dan taktik</div>
<div id="_mcePaste">ii. Mengidentifikasi hal-hal yang potensial menjadi konflik, menyelesaikan perbedaan pendapat secara terbuka, dan membantu mendinginkan situasi</div>
<div id="_mcePaste">iii. Mendorong berlangsungnya debat dan diskusi secara terbuka</div>
<div id="_mcePaste">iv. Mengantar ke win-win solution.</div>
<div id="_mcePaste">d. Kepemimpinan</div>
<div id="_mcePaste">i. Mengartikulasikan dan membangkitkan semangat untuk meraih visi dan misi bersama.</div>
<div id="_mcePaste">ii. Melangkah di depan untuk memimpin bila diperlukan, di mana pun.</div>
<div id="_mcePaste">iii. Memandu kinerja orang lain dengan tetap memberi tanggungjawab kepada amereka.</div>
<div id="_mcePaste">iv. Memimpin melalui keteladanan.</div>
<div id="_mcePaste">e. Katalisator perubahan</div>
<div id="_mcePaste">i. Menyadari perlunya perubahan dan dihilangkannya hambatan</div>
<div id="_mcePaste">ii. Menantang status quo untuk menyatakan perlunya perubahan.</div>
<div id="_mcePaste">iii. Menjadi pelopor perubahan dan mengajak orang-orang ke dalam perjuangan itu.</div>
<div id="_mcePaste">iv. Membuat model perubahan seperti yang diharapkan oleh orang lain.</div>
<p>kecakapan Antar Personal(artikel)A. EMPATI (EMPATHY)1. PengertianEmpati adalah kemampuan mengindra perasaan dan perspektif orang lain. Semakin baik pemahaman seseorang tentang dinamika emosinya sendiri, semakin trampil ia dalam membaca emosi dan perspektif orang lain. Kemampuan ini sangat penting untuk membangun hubungan interpersonal yang sehat.Kata Sigmund Freud: ìManusia tidak dapat menyimpan rahasia. Jika bibir mereka diam, mereka akan berbicara melalui jemari mereka. Kebenaran memaksakan diri keluar lewat setiap poriî.Memang, orang jarang mengungkapkan perasaan mereka lewat kata-kata. Lebih sering mereka memberitahu kita melalui nada suara, ekspresi wajah, atau cara-cara nonverbal lainnya. Kemampuan kita dalam mengindera perasaan seseorang tanpa yang bersangkutan mengatakannya merupakan intisari empati.</p>
<p>2. Jenis-jenis Empati:1. Empati Kognitif: Mengetahui emosi atau suasana hati orang lain.2. Empati Afektif: Masuk ke dalam pengalaman subjektif orang lain.3. Empati Konatif: Melakukan sesuatu seolah-olah ia berada dalam posisi orang itu.</p>
<p>3. Ciri-ciri Empati:1. Ikut merasakan2. Dibangun berdasarkan kesadaran diri3. Peka terhadap bahasa nonverbal.4. Mengambil peran.5. Tidak larut atau tetap kontrol emosi diri.</p>
<p>4. Tingkat-tingkat Mendengar:1. Mengabaikan2. Pura-pura mendengar3. Mendengar secara selektif4. Mendengarkan dengan penuh perhatian5. Mendengarkan secara empatik</p>
<p>5. Kiat Mendengar secara Empatik1. Menunjukkan perhatian penuh2. Mengatakan kembali isinya3. Merefleksikan perasaan4. Mengatakan kembali isi serta merefleksikan perasaan</p>
<p>6. Empati Star Performer:1. Memahami orang lain- Memperhatikan isyarat-isyarat emosi dan mendengarkan dengan baik- Menunjukkan kepekaan dan pemahaman terhadap perspektif orang lain- Membantu berdasarkan pemahaman terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain2. Mengembangkan orang lain- Mengakui dan menghargai kekuatan, keberhasilan, dan perkembangan orang lain- Menawarkan umpan balik yang bermanfaat dan mengidentifikasi kebutuhan orang lain untuk berkembang- Menjadi mentor, memberikan pelatihan pada waktu yang tepat, dan penugasan-penugasan yang menantang serta mendorong dikerahkannya kemampuan seseorang.</p>
<p>3. Orientasi pelayanan- Memahami kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan merespons semua itu dengan produk atau pelayanan yang tersedia- Mencari berbagai cara untuk memuaskan pelanggan- Dengan senang hati menawarkan bantuan- Menghayati perspektif pelanggan dan bertindak sebagai penasehat yang dapat dipercaya</p>
<p>4. Memanfaatkan keragaman- Hormat dan mau bergaul dengan orang-orang dari bermacam-macam latar belakang- Memahami beragamnya pandangan dan peka terhadap perbedaan antar kelompok- Memandang keberagaman sebagai peluang, menciptakan lingkungan yang memungkinkan semua orang sama-sama maju meskipun berbeda-beda- Berani menentang sikap diskriminatif dan intoleran</p>
<p>5. Kesadaran politik- Membaca dengan cermat hubungan-hubungan kekuasaan- Mengenal dengan baik semua jaringan sosial yang penting- Memahami kekuatan-kekuatan yang membentuk pandangan-pandangan serta tindakan-tindakan klien, pelanggan atau pesaing- Membaca dengan cermat realitas sosial di dalam atau di luar organisasi.</p>
<p><strong></p>
<p>B. KETRAMPILAN SOSIAL (SOCIAL SKILL)</strong></p>
<p>1. PengertianKetrampilan sosial (social skill) adalah kemampuan untuk menangani emosidengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan dengan cermat membacasituasi dan jaringan sosial; berinteraksi dengan lancar; dan menggunakanketrampilan-ketrampilan ini untuk mempengaruhi dan memimpin, bermusyawarahdan menyelesaikan perselisihan, serta untuk bekerjasama dan bekerja dalam tim.</p>
<p>2. Masalah-masalah dalam Hubungan Sosial:1. Egoisme dan konfrontasi2. Tiadanya kasih sayang dan kelembutan3. Tiadanya rasa hormat dan hasrat tulus menolong orang lain untuk berkembang4. Orang cenderung memikirkan apa yang ingin didapat, bukan apa yang ingin diberikan5. Tiadanya keseimbangan antara berbicara dan mendengarkan6. Tidakdikenalnya kompromi dan pemaafan kesalahan7. Tertekannya perasaan8. Kesenjangan antara harapan dengan kenyataan</p>
<p>3. Dua Hal Penting dalam Membangun Hubungan Sosial yang Harmonis:1. Citra diri (self-image) ? OK or Not OK ? berhubungan dengan konsep diri (self-concept), dan kesadaran diri (self-awareness)2. Kemampuan berkomunikasi</p>
<p>4. Tiga Macam Komunikasi:1. Komunikasi agresif (aggressive communication)2. Komunikasi submisif (submissive communication)3. Komunikasi asertif (assertive communication)</p>
<p>5. Ciri-ciri Kalimat Asertif:1. Menggunakan pola ìsayaî bukannya pola ìAndaî.2. Menggunakan kalimat deskripsi faktual bukannya penilaian atau pernyataan berlebihan.3. Berisi pernyataan pikiran/perasaan secara lugas dan jelas sehingga mudah dipahami4. Menggunakan kalimat permintaan atau perintah yang jelas dan langsung, bukan sekedar mengisyaratkan atau bersifat tidak langsung.</p>
<p>6. Inti Asertivitas:1. Mempertahankan hak2. Mengekspresikan diri secara langsung/terbuka dan jujur3. Menghargai hak orang lain4. Beretiket.</p>
<p>7. Faktor-faktor yang Menghambat Perilaku Komunikasi Asertif:1. Situasi dan kondisi yang tidak mendukung- Mengekspresikan sikap marah- Menghadapi orang yang memiliki otoritas lebih tinggi- Menolak permintaan- Mengajukan permintaan- Mengawali percakapan dengan orang belum dikenal2. Kepribadian (Kecemasan)</p>
<p>8. Enam ìAî Agar Hubungan Tetap dalam Rel Positif:6. Affection7. Appreciation8. Acknowledgment9. Absolute (in commitment)10. Acceptance11. Action</p>
<p>9. Kiat-kiat Memperkuat Hubungan:a. Jaga keselarasan perasaan satu sama lainb. Pertimbangkan onsensus e-alternatif jika diperlukanc. Beri semangat dan umpan balikd. Tetap dalam jalur utama, dan sisihkan waktu untuk mengukur kemajuane. Bersikap jujur dan mudah bekerja samaf. Belajar dari kesalahan, tidak mencari kambing hitam atau menyepelekannyag. Tahu cara mengidentifikasi perasaan tertekan, marah, bersalah, putus asa, kecewa atau frustrasi</p>
<p>10. Ketrampilan Sosial Star Performer:a. Pengaruhi. Trampil dalam persuasiii. Menyesuaikan presentasi dengan keadaaniii. Menggunakan strategi rumit spt memberi pengaruh tidak langsung untuk membangun onsensus dan dukunganiv. Memadukan dan menyelaraskan peristiwa-peristiwa dramatis agar menghasilkan efektivitasb. Komunikasii. Efektif berekspresi dalam memberi maupun menerimaii. Menghadapi masalah-masalah sulit tanpa menundaiii. Mendengar dengan baik, berusaha saling memahami, dan bersedia berbagi informasi secara utuhiv. Mendorong komunikasi terbuka, dan tetap bersedia menerima kabar buruk sebagaimana kabar baikc. Manajemen konfliki. Menangani orang-orang sulit dan situasi tegang dengan diplomasi dan taktikii. Mengidentifikasi hal-hal yang potensial menjadi konflik, menyelesaikan perbedaan pendapat secara terbuka, dan membantu mendinginkan situasiiii. Mendorong berlangsungnya debat dan diskusi secara terbukaiv. Mengantar ke win-win solution.d. Kepemimpinani. Mengartikulasikan dan membangkitkan semangat untuk meraih visi dan misi bersama.ii. Melangkah di depan untuk memimpin bila diperlukan, di mana pun.iii. Memandu kinerja orang lain dengan tetap memberi tanggungjawab kepada amereka.iv. Memimpin melalui keteladanan.e. Katalisator perubahani. Menyadari perlunya perubahan dan dihilangkannya hambatanii. Menantang status quo untuk menyatakan perlunya perubahan.iii. Menjadi pelopor perubahan dan mengajak orang-orang ke dalam perjuangan itu.iv. Membuat model perubahan seperti yang diharapkan oleh orang lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handpy.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handpy.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handpy.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handpy.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/handpy.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/handpy.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/handpy.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/handpy.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handpy.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handpy.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handpy.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handpy.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handpy.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handpy.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=73&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handpy.wordpress.com/2010/06/21/empati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c78a0831095d80f1765a84fbf80f0f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handpy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Temper Trap &#8211; Sweet Dispositon (video)</title>
		<link>http://handpy.wordpress.com/2010/01/27/the-temper-trap-sweet-dispositon-video/</link>
		<comments>http://handpy.wordpress.com/2010/01/27/the-temper-trap-sweet-dispositon-video/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 03:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sing a song]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handpy.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[The Temper Trap &#8211; Sweet Disposition from The Staus House on Vimeo.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=67&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vimeo.com/6455079">The Temper Trap &#8211; Sweet Disposition</a> from <a href="http://vimeo.com/staushouse">The Staus House</a> on <a href="http://vimeo.com">Vimeo</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handpy.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handpy.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handpy.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handpy.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/handpy.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/handpy.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/handpy.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/handpy.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handpy.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handpy.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handpy.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handpy.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handpy.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handpy.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handpy.wordpress.com&amp;blog=11162677&amp;post=67&amp;subd=handpy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handpy.wordpress.com/2010/01/27/the-temper-trap-sweet-dispositon-video/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c78a0831095d80f1765a84fbf80f0f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handpy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
