Empati

kecakapan Antar Personal(artikel)
A. EMPATI (EMPATHY)

1. Pengertian
Empati adalah kemampuan mengindra perasaan dan perspektif orang lain. Semakin baik pemahaman seseorang tentang dinamika emosinya sendiri, semakin trampil ia dalam membaca emosi dan perspektif orang lain. Kemampuan ini sangat penting untuk membangun hubungan interpersonal yang sehat.
Kata Sigmund Freud: ìManusia tidak dapat menyimpan rahasia. Jika bibir mereka diam, mereka akan berbicara melalui jemari mereka. Kebenaran memaksakan diri keluar lewat setiap poriî.
Memang, orang jarang mengungkapkan perasaan mereka lewat kata-kata. Lebih sering mereka memberitahu kita melalui nada suara, ekspresi wajah, atau cara-cara nonverbal lainnya. Kemampuan kita dalam mengindera perasaan seseorang tanpa yang bersangkutan mengatakannya merupakan intisari empati.
2. Jenis-jenis Empati:
1. Empati Kognitif: Mengetahui emosi atau suasana hati orang lain.
2. Empati Afektif: Masuk ke dalam pengalaman subjektif orang lain.
3. Empati Konatif: Melakukan sesuatu seolah-olah ia berada dalam posisi orang itu.
3. Ciri-ciri Empati:
1. Ikut merasakan
2. Dibangun berdasarkan kesadaran diri
3. Peka terhadap bahasa nonverbal.
4. Mengambil peran.
5. Tidak larut atau tetap kontrol emosi diri.

4. Tingkat-tingkat Mendengar:
1. Mengabaikan
2. Pura-pura mendengar
3. Mendengar secara selektif
4. Mendengarkan dengan penuh perhatian
5. Mendengarkan secara empatik
5. Kiat Mendengar secara Empatik
1. Menunjukkan perhatian penuh
2. Mengatakan kembali isinya
3. Merefleksikan perasaan
4. Mengatakan kembali isi serta merefleksikan perasaan
6. Empati Star Performer:
1. Memahami orang lain
- Memperhatikan isyarat-isyarat emosi dan mendengarkan dengan baik
- Menunjukkan kepekaan dan pemahaman terhadap perspektif orang lain
- Membantu berdasarkan pemahaman terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain
2. Mengembangkan orang lain
- Mengakui dan menghargai kekuatan, keberhasilan, dan perkembangan orang lain
- Menawarkan umpan balik yang bermanfaat dan mengidentifikasi kebutuhan orang lain untuk berkembang
- Menjadi mentor, memberikan pelatihan pada waktu yang tepat, dan penugasan-penugasan yang menantang serta mendorong dikerahkannya kemampuan seseorang.
3. Orientasi pelayanan
- Memahami kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan merespons semua itu dengan produk atau pelayanan yang tersedia
- Mencari berbagai cara untuk memuaskan pelanggan
- Dengan senang hati menawarkan bantuan
- Menghayati perspektif pelanggan dan bertindak sebagai penasehat yang dapat dipercaya
4. Memanfaatkan keragaman
- Hormat dan mau bergaul dengan orang-orang dari bermacam-macam latar belakang
- Memahami beragamnya pandangan dan peka terhadap perbedaan antar kelompok
- Memandang keberagaman sebagai peluang, menciptakan lingkungan yang memungkinkan semua orang sama-sama maju meskipun berbeda-beda
- Berani menentang sikap diskriminatif dan intoleran
5. Kesadaran politik
- Membaca dengan cermat hubungan-hubungan kekuasaan
- Mengenal dengan baik semua jaringan sosial yang penting
- Memahami kekuatan-kekuatan yang membentuk pandangan-pandangan serta tindakan-tindakan klien, pelanggan atau pesaing
- Membaca dengan cermat realitas sosial di dalam atau di luar organisasi
B. KETRAMPILAN SOSIAL (SOCIAL SKILL)

1. Pengertian
Ketrampilan sosial (social skill) adalah kemampuan untuk menangani emosi
dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan dengan cermat membaca
situasi dan jaringan sosial; berinteraksi dengan lancar; dan menggunakan
ketrampilan-ketrampilan ini untuk mempengaruhi dan memimpin, bermusyawarah
dan menyelesaikan perselisihan, serta untuk bekerjasama dan bekerja dalam tim.
2. Masalah-masalah dalam Hubungan Sosial:
1. Egoisme dan konfrontasi
2. Tiadanya kasih sayang dan kelembutan
3. Tiadanya rasa hormat dan hasrat tulus menolong orang lain untuk berkembang
4. Orang cenderung memikirkan apa yang ingin didapat, bukan apa yang ingin diberikan
5. Tiadanya keseimbangan antara berbicara dan mendengarkan
6. Tidakdikenalnya kompromi dan pemaafan kesalahan
7. Tertekannya perasaan
8. Kesenjangan antara harapan dengan kenyataan
3. Dua Hal Penting dalam Membangun Hubungan Sosial yang Harmonis:
1. Citra diri (self-image) ? OK or Not OK ? berhubungan dengan konsep diri (self-concept), dan kesadaran diri (self-awareness)
2. Kemampuan berkomunikasi
4. Tiga Macam Komunikasi:
1. Komunikasi agresif (aggressive communication)
2. Komunikasi submisif (submissive communication)
3. Komunikasi asertif (assertive communication)
5. Ciri-ciri Kalimat Asertif:
1. Menggunakan pola ìsayaî bukannya pola ìAndaî.
2. Menggunakan kalimat deskripsi faktual bukannya penilaian atau pernyataan berlebihan.
3. Berisi pernyataan pikiran/perasaan secara lugas dan jelas sehingga mudah dipahami
4. Menggunakan kalimat permintaan atau perintah yang jelas dan langsung, bukan sekedar mengisyaratkan atau bersifat tidak langsung.
6. Inti Asertivitas:
1. Mempertahankan hak
2. Mengekspresikan diri secara langsung/terbuka dan jujur
3. Menghargai hak orang lain
4. Beretiket.
7. Faktor-faktor yang Menghambat Perilaku Komunikasi Asertif:
1. Situasi dan kondisi yang tidak mendukung
- Mengekspresikan sikap marah
- Menghadapi orang yang memiliki otoritas lebih tinggi
- Menolak permintaan
- Mengajukan permintaan
- Mengawali percakapan dengan orang belum dikenal
2. Kepribadian (Kecemasan)
8. Enam ìAî Agar Hubungan Tetap dalam Rel Positif:
-Affection
- Appreciation
- Acknowledgment
- Absolute (in commitment)
- Acceptance
- Action
9. Kiat-kiat Memperkuat Hubungan:
a. Jaga keselarasan perasaan satu sama lain
b. Pertimbangkan onsensus e-alternatif jika diperlukan
c. Beri semangat dan umpan balik
d. Tetap dalam jalur utama, dan sisihkan waktu untuk mengukur kemajuan
e. Bersikap jujur dan mudah bekerja sama
f. Belajar dari kesalahan, tidak mencari kambing hitam atau menyepelekannya
g. Tahu cara mengidentifikasi perasaan tertekan, marah, bersalah, putus asa, kecewa atau frustrasi
10. Ketrampilan Sosial Star Performer:
a. Pengaruh
i. Trampil dalam persuasi
ii. Menyesuaikan presentasi dengan keadaan
iii. Menggunakan strategi rumit spt memberi pengaruh tidak langsung untuk membangun onsensus dan dukungan
iv. Memadukan dan menyelaraskan peristiwa-peristiwa dramatis agar menghasilkan efektivitas
b. Komunikasi
i. Efektif berekspresi dalam memberi maupun menerima
ii. Menghadapi masalah-masalah sulit tanpa menunda
iii. Mendengar dengan baik, berusaha saling memahami, dan bersedia berbagi informasi secara utuh
iv. Mendorong komunikasi terbuka, dan tetap bersedia menerima kabar buruk sebagaimana kabar baik
c. Manajemen konflik
i. Menangani orang-orang sulit dan situasi tegang dengan diplomasi dan taktik
ii. Mengidentifikasi hal-hal yang potensial menjadi konflik, menyelesaikan perbedaan pendapat secara terbuka, dan membantu mendinginkan situasi
iii. Mendorong berlangsungnya debat dan diskusi secara terbuka
iv. Mengantar ke win-win solution.
d. Kepemimpinan
i. Mengartikulasikan dan membangkitkan semangat untuk meraih visi dan misi bersama.
ii. Melangkah di depan untuk memimpin bila diperlukan, di mana pun.
iii. Memandu kinerja orang lain dengan tetap memberi tanggungjawab kepada amereka.
iv. Memimpin melalui keteladanan.
e. Katalisator perubahan
i. Menyadari perlunya perubahan dan dihilangkannya hambatan
ii. Menantang status quo untuk menyatakan perlunya perubahan.
iii. Menjadi pelopor perubahan dan mengajak orang-orang ke dalam perjuangan itu.
iv. Membuat model perubahan seperti yang diharapkan oleh orang lain.

kecakapan Antar Personal(artikel)A. EMPATI (EMPATHY)1. PengertianEmpati adalah kemampuan mengindra perasaan dan perspektif orang lain. Semakin baik pemahaman seseorang tentang dinamika emosinya sendiri, semakin trampil ia dalam membaca emosi dan perspektif orang lain. Kemampuan ini sangat penting untuk membangun hubungan interpersonal yang sehat.Kata Sigmund Freud: ìManusia tidak dapat menyimpan rahasia. Jika bibir mereka diam, mereka akan berbicara melalui jemari mereka. Kebenaran memaksakan diri keluar lewat setiap poriî.Memang, orang jarang mengungkapkan perasaan mereka lewat kata-kata. Lebih sering mereka memberitahu kita melalui nada suara, ekspresi wajah, atau cara-cara nonverbal lainnya. Kemampuan kita dalam mengindera perasaan seseorang tanpa yang bersangkutan mengatakannya merupakan intisari empati.

2. Jenis-jenis Empati:1. Empati Kognitif: Mengetahui emosi atau suasana hati orang lain.2. Empati Afektif: Masuk ke dalam pengalaman subjektif orang lain.3. Empati Konatif: Melakukan sesuatu seolah-olah ia berada dalam posisi orang itu.

3. Ciri-ciri Empati:1. Ikut merasakan2. Dibangun berdasarkan kesadaran diri3. Peka terhadap bahasa nonverbal.4. Mengambil peran.5. Tidak larut atau tetap kontrol emosi diri.

4. Tingkat-tingkat Mendengar:1. Mengabaikan2. Pura-pura mendengar3. Mendengar secara selektif4. Mendengarkan dengan penuh perhatian5. Mendengarkan secara empatik

5. Kiat Mendengar secara Empatik1. Menunjukkan perhatian penuh2. Mengatakan kembali isinya3. Merefleksikan perasaan4. Mengatakan kembali isi serta merefleksikan perasaan

6. Empati Star Performer:1. Memahami orang lain- Memperhatikan isyarat-isyarat emosi dan mendengarkan dengan baik- Menunjukkan kepekaan dan pemahaman terhadap perspektif orang lain- Membantu berdasarkan pemahaman terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain2. Mengembangkan orang lain- Mengakui dan menghargai kekuatan, keberhasilan, dan perkembangan orang lain- Menawarkan umpan balik yang bermanfaat dan mengidentifikasi kebutuhan orang lain untuk berkembang- Menjadi mentor, memberikan pelatihan pada waktu yang tepat, dan penugasan-penugasan yang menantang serta mendorong dikerahkannya kemampuan seseorang.

3. Orientasi pelayanan- Memahami kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan merespons semua itu dengan produk atau pelayanan yang tersedia- Mencari berbagai cara untuk memuaskan pelanggan- Dengan senang hati menawarkan bantuan- Menghayati perspektif pelanggan dan bertindak sebagai penasehat yang dapat dipercaya

4. Memanfaatkan keragaman- Hormat dan mau bergaul dengan orang-orang dari bermacam-macam latar belakang- Memahami beragamnya pandangan dan peka terhadap perbedaan antar kelompok- Memandang keberagaman sebagai peluang, menciptakan lingkungan yang memungkinkan semua orang sama-sama maju meskipun berbeda-beda- Berani menentang sikap diskriminatif dan intoleran

5. Kesadaran politik- Membaca dengan cermat hubungan-hubungan kekuasaan- Mengenal dengan baik semua jaringan sosial yang penting- Memahami kekuatan-kekuatan yang membentuk pandangan-pandangan serta tindakan-tindakan klien, pelanggan atau pesaing- Membaca dengan cermat realitas sosial di dalam atau di luar organisasi.

B. KETRAMPILAN SOSIAL (SOCIAL SKILL)

1. PengertianKetrampilan sosial (social skill) adalah kemampuan untuk menangani emosidengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan dengan cermat membacasituasi dan jaringan sosial; berinteraksi dengan lancar; dan menggunakanketrampilan-ketrampilan ini untuk mempengaruhi dan memimpin, bermusyawarahdan menyelesaikan perselisihan, serta untuk bekerjasama dan bekerja dalam tim.

2. Masalah-masalah dalam Hubungan Sosial:1. Egoisme dan konfrontasi2. Tiadanya kasih sayang dan kelembutan3. Tiadanya rasa hormat dan hasrat tulus menolong orang lain untuk berkembang4. Orang cenderung memikirkan apa yang ingin didapat, bukan apa yang ingin diberikan5. Tiadanya keseimbangan antara berbicara dan mendengarkan6. Tidakdikenalnya kompromi dan pemaafan kesalahan7. Tertekannya perasaan8. Kesenjangan antara harapan dengan kenyataan

3. Dua Hal Penting dalam Membangun Hubungan Sosial yang Harmonis:1. Citra diri (self-image) ? OK or Not OK ? berhubungan dengan konsep diri (self-concept), dan kesadaran diri (self-awareness)2. Kemampuan berkomunikasi

4. Tiga Macam Komunikasi:1. Komunikasi agresif (aggressive communication)2. Komunikasi submisif (submissive communication)3. Komunikasi asertif (assertive communication)

5. Ciri-ciri Kalimat Asertif:1. Menggunakan pola ìsayaî bukannya pola ìAndaî.2. Menggunakan kalimat deskripsi faktual bukannya penilaian atau pernyataan berlebihan.3. Berisi pernyataan pikiran/perasaan secara lugas dan jelas sehingga mudah dipahami4. Menggunakan kalimat permintaan atau perintah yang jelas dan langsung, bukan sekedar mengisyaratkan atau bersifat tidak langsung.

6. Inti Asertivitas:1. Mempertahankan hak2. Mengekspresikan diri secara langsung/terbuka dan jujur3. Menghargai hak orang lain4. Beretiket.

7. Faktor-faktor yang Menghambat Perilaku Komunikasi Asertif:1. Situasi dan kondisi yang tidak mendukung- Mengekspresikan sikap marah- Menghadapi orang yang memiliki otoritas lebih tinggi- Menolak permintaan- Mengajukan permintaan- Mengawali percakapan dengan orang belum dikenal2. Kepribadian (Kecemasan)

8. Enam ìAî Agar Hubungan Tetap dalam Rel Positif:6. Affection7. Appreciation8. Acknowledgment9. Absolute (in commitment)10. Acceptance11. Action

9. Kiat-kiat Memperkuat Hubungan:a. Jaga keselarasan perasaan satu sama lainb. Pertimbangkan onsensus e-alternatif jika diperlukanc. Beri semangat dan umpan balikd. Tetap dalam jalur utama, dan sisihkan waktu untuk mengukur kemajuane. Bersikap jujur dan mudah bekerja samaf. Belajar dari kesalahan, tidak mencari kambing hitam atau menyepelekannyag. Tahu cara mengidentifikasi perasaan tertekan, marah, bersalah, putus asa, kecewa atau frustrasi

10. Ketrampilan Sosial Star Performer:a. Pengaruhi. Trampil dalam persuasiii. Menyesuaikan presentasi dengan keadaaniii. Menggunakan strategi rumit spt memberi pengaruh tidak langsung untuk membangun onsensus dan dukunganiv. Memadukan dan menyelaraskan peristiwa-peristiwa dramatis agar menghasilkan efektivitasb. Komunikasii. Efektif berekspresi dalam memberi maupun menerimaii. Menghadapi masalah-masalah sulit tanpa menundaiii. Mendengar dengan baik, berusaha saling memahami, dan bersedia berbagi informasi secara utuhiv. Mendorong komunikasi terbuka, dan tetap bersedia menerima kabar buruk sebagaimana kabar baikc. Manajemen konfliki. Menangani orang-orang sulit dan situasi tegang dengan diplomasi dan taktikii. Mengidentifikasi hal-hal yang potensial menjadi konflik, menyelesaikan perbedaan pendapat secara terbuka, dan membantu mendinginkan situasiiii. Mendorong berlangsungnya debat dan diskusi secara terbukaiv. Mengantar ke win-win solution.d. Kepemimpinani. Mengartikulasikan dan membangkitkan semangat untuk meraih visi dan misi bersama.ii. Melangkah di depan untuk memimpin bila diperlukan, di mana pun.iii. Memandu kinerja orang lain dengan tetap memberi tanggungjawab kepada amereka.iv. Memimpin melalui keteladanan.e. Katalisator perubahani. Menyadari perlunya perubahan dan dihilangkannya hambatanii. Menantang status quo untuk menyatakan perlunya perubahan.iii. Menjadi pelopor perubahan dan mengajak orang-orang ke dalam perjuangan itu.iv. Membuat model perubahan seperti yang diharapkan oleh orang lain.

About these ads

About this entry